SIKAP DALAM PERILAKU KONSUMEN
SIKAP DALAM
PERILAKU KONSUMEN
Pengertian
Konsumen
Dalam dunia marketing konsumen adalah
hal yang perlu diperhatikan, jika suatu perusahaan atau pedagang tidak memiliki
konsumen, maka akan sia-sia barang yang diperdagangkan. Oleh karena itu agar
dapat memahami konsumen maka harus mengerti itu konsumen dan siapa konsumen
itu. Berikut ini adalah pengertian konsumen menurut beberapa ahli, yaitu:
Pengertian Konsumen menurut Philip
Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan
rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi
pribadi
Definisi Sikap
Konsumen
Sikap merupakan kecenderungan yang
dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli
terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi
secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media
masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Sikap mungkin dihasilkan
dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Sikap dapat mendorong
konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen dari perilaku tertentu.
Menurut Gordon Allpor dalam Hartono
Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan
tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara
konsisten.
Karakteristik
sikap antara lain :
- Sikap memiliki objek
Di
dalam konteks pemasaran, sikap konsumen harus terkait dengan objek, objek
tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep konsumsi dan pemasaran seperti
produk, merek, iklan, harga, kemasan, penggunaan, media dan sebagainya.
- Konsistensi sikap
Sikap
adalah gambaran perasaan dari seorang konsumen, dan perasaan tersebut akan
direfleksikan oleh perilakunya. Karena itu sikap memiliki konsistensi dengan
perilaku. Tetapi, walaupun mempunyai konsistensi, sikap tidak selalu harus
permanen artinya sikap dapat berubah.
- Intensitas sikap
Sikap
seorang konsumen terhadap suatu merek produk akan bervariasi tingkatannya, ada
yang sangat menyukainya atau bahkan ada yang begitu sangat tidak menukainya.
Ketika konsumen menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu produk, maka
ia mengungkapkan intensitas sikapnya.
- Resistensi sikap
Adalah
seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berubah.
- Persistensi sikap
Persistensi
adalah karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan berubah karena
berlalunya waktu
- Keyakinan sikap
Keyakinan
adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya
- Sikap dan situasi
Situasi
akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu objek. Situasi tertentu dapat
menyebabkan para konsumen berperilaku dengan cara yang kelihatannya tidak
konsisten dengan sikap mereka.
Fungsi-fungsi
Sikap
Daniel
Kazt mengklasifikasikan empat fungsi
sikap yaitu :
·
Fungsi
Utilitarian
Merupakan
fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar imbalan dan hukuman.
Disini konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk atas dasar apakah
suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan. Jika seseorang menyukai suatu
produk apakah dia akan mengembangkan sebuah sikap positif terhadap produk
tersebut.
·
Fungsi
Ekspresi Nilai
Konsumen
mengembangkan sikap terhadap suatu produk bukan didasarkan atas manfaat produk
itu, tetapi lebih didasarkan atas kemampuan merek produk itu mengekspresikan
nilai-nilai yang ada pada dirinya.
·
Fungsi
Mempertahankan Ego
Sikap
yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindunginya dari tantangan
eksternal maupun perasaan internal, sehingga membentuk fungsi mempertahankan
ego.
·
Fungsi
Pengetahuan
Melalui
sikap yang ditunjukkan akan dapat diketahui bahwa dirinya memiliki pengetahuan
yang cukup, yang banyak atau tidak tahu sama sekali mengenai objek sikap.
Fungsi pengetahuan dapat membantu konsumen mengurangi ketidakpastian dan
kebingungan dalam memilah-milah informasi yang relevan dan tidak relevan dengan
kebutuhannya.
Model Struktural
Sikap
Yang
sangat penting dalam memahami peran sikap dalam perilaku konsumen adalah
pengertian mengenai struktur dan komposisi sikap. Terdapat empat kategori besar
model sikap, yaitu:
1) Model Sikap Tiga Komponen
Sikap
ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a)
Komponen kognitif
Komponen
ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang obyek.
Kepercayaan atribut tentang suatu produk biasanya dievaluasi secara alami.
Semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setiap
kepercayaan, maka akan semakin mendukung keseluruhan sikap tersebut.
b)
Komponen afektif
Merupakan
emosi atau perasaan konsumen mengenai produk atau merk tertentu. Emosi dan
perasaan ini sering dianggap oleh para peneliti konsumen sangat evaluative
sifatnya, yaitu mencakup penilaian seseorang terhadap obyek sikap secara
langsung dan menyeluruh.
Perasaan
dan reaksi emosional kepada suatu obyek, itulah komopnen afeksi sikap.
Misalnya, konsumen mengatakan ”saya menyukai produk A”. Itu merupakan hasil
emosi atau evaluasi afektif terhadap suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa
informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan
hasil evaluasi atau penampilan produk pada setiap atributnya.
c)
Komponen perilaku
Komponen
ini adalah respon dari seseorang terhadap obyek atau aktivitas. Seperti
keputusan untuk membeli atau tidaknya suatu produk akan memperlihatkan komponen
behavioral.
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Pembentukan Sikap
Faktor-faktor
yang berperan penting dalam pembentukan sikap, yaitu :
1.
Pengaruh Keluarga
Keluarga memiliki peran penting dalam
pembentukan sikap maupun perilaku. Keluarga merupakan lingkungan yang paling
dekat karena konsumen melakukan interaksi lebih intensif dibandingkan dengan
lingkungan lain. Beberapa penelitian mengungkapkan sikap konsumen terhadap
produk tertentu memiliki hubungan yang kuat dengan sikap orang tuanya terhadap
produk tersebut.
2.
Pengalaman langsung
Pengalaman individu mengenai obyek sikap
dari waktu ke waktu akan membentuk sikap tertentu pada individu.
3.
Kelompok teman sebaya (Peer Group Influences)
Teman sebaya punya peran yang cukup
besar terutama bagi remaja dalam pembentukan sikap. Adanya kecenderungan untuk
mendapatkan penerimaan dari teman-teman sebayanya, mendorong para remaja mudah
dipengaruhi oleh kelompoknya dibandingkan sumber-sumber lainnya.
4.
Pemasaran langsung
Mulai banyaknya perusahaan yang
menggunakan pemasaran langsung atas produk yang ditawarkan secara tidak
langsung berpengaruh dalam pembentukan sikap konsumen.
5.
Kepribadian
Kepribadian individu memainkan peranan
penting dalam pembentukan sikap.
6.
Tayangan Media Massa
Media massa ini sangat penting dalam
pembentukan sikap, maka pemasar perlu mengetahui media apa yang biasanya
dikonsumsi oleh pasar sasarannya dan melalui media tersebut dengan rancangan
pesan yang tepat, sikap positif dapat dibentuk.
Memprediksi
Perilaku Dengan Sikap
Terdapat
enam faktor yang mempengaruhi kemampuan sikap dalam memprediksi perilaku,
antara lain:
·
Tingkat
Keterlibatan Konsumen
Jika
tingkat keterlibatan konsumen terhadap suatu obyek sikap tinggi (misalnya produk),
maka perilakunya cenderung akan sesuai dengan sikapnya yang cenderung kuat.
·
Pengukuran
sikap
Jika
pengukuran sikap valid dan reliabel dan mempunyai tingkat abstraksi yang sama
dengan pengukuran perilaku serta dalam waktu yang relatif dekat atau bersamaan
waktunya, maka sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.
·
Pengaruh
orang lain
Orang
lain yang mempunyai pengaruh kuat dalam kondisi tertentu dapat mempengaruhi
sebuah sikap yang negatif menghasilkan perilaku yang positif. Contoh seorang anak
tidak suka pada produk pakaian merek A, namun karena orang tua atau kakaknya
mempengaruhinya untuk memlih dan membeli merek B, maka meskipun sikapnya
positif terhadap merek A, namun perilakunya tidak positif.
·
Faktor
situasional
Kondisi
yang mendesak dan situasi yang tidak mendukung (dalam kondisi berduka /sakit
maupun gembira) seringkali menyebabkan sikap tidak dapat digunakan untuk
memprediksi perilaku.
·
Pengaruh
merek lain
Merek
lain yang lebih unggul dalam memberikan manfaat yang diharapkan seringkali
mempengaruhi hubungan sikap dengan perilaku.
Konsumen bisa memilih merek lain karena setelah dipilih dan dirasakan
ternyata sesuai dengan yang diharapkan konsumen.
·
Kekuatan
sikap
Sikap
dapat digunakan untuk memprediksi perilaku, ketika sikap tersebut sangat kuat
ada pada konsumen.

0 komentar: