A. PERUSAHAAN JASA
Perusahaan jasa adalah suatu unit usaha yang kegiatannya
memproduksi produk yang tidak berwujud (jasa), dengan tujuan untuk mendapatkan
laba atau keuntungan. Atau perusahaan jasa dapat diartikan juga sebagai suatu
perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya, bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan para konsumen dan mendapatkan keuntungan.Tapi perusahaan jasa-pun
memerlukan produk fisik atau yang berwujud untuk melakukan kegiatan usahanya.
Misalnya seperti perusahaan transportasi umum yang menawarkan jasa transportasi
kepada konsumen, maka untuk dapat melakukan kegiatan usahanya perusahaan
tersebut memerlukan alat transportasi seperti bus, pesawat atau kapal laut dan
alat transportasi tersebut merupakan produk yang berwujud.
Karakteristik dari jasa.
Jasa memiliki beberapa karakteristik, yang diantaranya
sebagai berikut ini:
- Tidak memiliki wujud (sifatnya abstrak dan tidak bisa
dilihat).
- Produk yang dihasilkannya tidak standar atau bervariasi
(Hetereogenitas).
- Tidak dapat dipisahkan (produk dihasilkan dan dikonsumsi
secara bersama-sama).
- Tidak dapat disimpan, karena tidak memiliki wujud.
Ciri-ciri
perusahaan jasa
Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan,
perusahaan jasa merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan memproduksi dan menyediakan
berbagai macam pelayanan misalnya seperti keamanan, kemudahan dan lain-lain
kepada konsumen yang membutuhkannya. Maka perusahaan jasa memiliki ciri-ciri
sebagai berikut ini:
- Pendapatan berasal dari penjualan jasa.
- Dalam proses memproduksi jasa, bisa atau tidak memerlukan
bantuan dari produk fisik.
- Jasa yang diberikan tidak sama, jadi masing-masing konsumen
dapat memperoleh jenis pelayanan yang berbeda dengan konsumen lainnya.
- Tidak memiliki persedian produk dalam bentuk fisik, karena
Produk yang dijual merupakan produk yang tidak berwujud (jasa). Jadi produk
yang dihasilkan tidak dapat dilihat akan tetapi manfaatnya dapat dirasakan.
- Biasanya tingkatan harganya memiliiki sifat yang tidak
mutlak, sebab murah atau mahalnya harga yang ditetapkan oleh perusahaan
tergantung tingkat kebutuhan konsumen.
- Jasa yang dihasilkan tidak bisa disimpan, jadi sekali dibeli
maka penggunaanya akan langsung habis
B.PERUSAHAAN
MANUFACTUR
Perusahaan Manufaktur adalah suatu cabang industri yang
mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk
mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.Istilah ini bisa
digunakan untuk aktivitas manusia, dari kerajinan tangan sampai ke produksi
dengan teknologi tinggi, namun demikian istilah ini lebih sering digunakan
untuk dunia industri, di mana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala
yang besar.Manufaktur ada dalam segala bidang sistem ekonomi. Dalam ekonomi
pasar bebas, manufakturing biasanya selalu berarti produksi secara masal untuk
dijual ke pelanggan untuk mendapatkan keuntungan.Beberapa industri seperti
semikonduktor dan baja lebih sering menggunakan istilah fabrikasi dibandingkan
manufaktur.Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.
adapun contoh contoh dari perusahaan manufacture yaitu seperti gambar di bawah
ini
Perusahaan Manufaktur yang tidak begitu besar dan sederhana
proses produksinya, kadang-kadang menggunakan sistem akuntasi yang sederhana
berdasarkan pada sistem persediaan periodik, pencatatan persediaan yang
digunakan dalam proses produksi, penentuan barang yang masih dalam proses, dan
barang yang telah terjual, didasarkan pada perhitungan fisik periodik yang
biasanya dilakukan pada akhir tahun.
C. PERUSAHAAN RETAIL
Retail adalah satu atau lebih aktivitas yang menambah nilai
produk dan jasa kepada konsumen baik untuk kebutuhan keluarga atau untuk
keperluan pribadi. Banyak orang berpikir bahwa Alfamart/Indomart merupakan
retail yang sesungguhnya. Padahal berbisnis dalam dunia retail sangat menarik
karena memerlukan ketelitian. Bahkan ada yang slogan yang berkata “retail is
detail”. Slogan ini menandakan bahwa orang yang ingin berkecimpung dalam dunia
retail haruslah orang yang mau bekerja keras, kreatif serta detail dalam setiap
aktfitasnya. Retail tidak selalu berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari yang
biasa dijual di Alfamart/Indomart. Contoh Pizza Hut, McD dan KFC merupakan
contoh retail makanan yang sukses. Adapun retail mengcangkup dalam dunia jasa
seperti Air Asia, Prudential dan TIKI yang menawarkan retail dalam bentuk jasa.
Jadi
kesimpulannya retail bisa menjual produk ataupun jasa tergantung kebutuhan
pasar saat ini.Barang dan Jasa yang kita nikmati saat ini tidak terlepas dari
jasa retail, retail membantu produsen/distributor dan konsumen agar setiap
kebutuhan akan keduanya dapat terpenuhi. Secara garis besar dunia retail dibagi
4 bagian yaitu, peran dan fungsi retail, strategi retail, merchandising
management dan store managemen.Dalam retail ada proses – proses yang dilakukan
oleh beberapa badan usaha sebelum barang tersebut sampai kepada konsumen
aktifitas ini dinamakan supply chain. Badan usaha tersebut yaitu
Produsen/pabrik-Distributor/suplier-Retailer-Konsumen. Secara teknis alurnya
berjalan secara vertical, namun seiring dengan perkembangan zaman sistem ini
mengalami pembaharuan yang lebih modern.
Bagan 1 Supply Chain Proccess
Produsen/Pabrik
Produsen/pabrik adalah badan usaha yang memproduksi dari bahan
mentan/setengah jadi menjadi barang setengah jadi/jadi. Biasanya
Produsen/pabrik memerlukan jasa ketiga (Distributor/suplier dan retailer) agar
barang yang diproduksinya dapat sampai kepada tangan konsumen. Namun beberapa
produsen ada yang menjual langsung kepada konsumen demi memangkas
pengeluaran/mendapatkan persentase keuntungan dengan porsi yang lebih besar.
Perusahaan yang menjual langsung kepada konsumen adalah Nike dan Apple. Kondisi
ini dinamakan Vertical Integration.
Distirbutor/Suplier
Distributor/suplier adalah badan usaha yang bertanggungjawab menyalurkan
produk dari produsen/pabrik kepada retailer atau konsumen. Distributor biasanya
hanya melayani pengiriman dalam jumlah besar untuk memotong biaya transportasi.
Contoh distributor yang ada di Indonesia yait Enseval (Kalbe)
Retailer
Retailer
atau eceran yaitu badan usaha yang mendistribusikan barang/jasa kepada konsumen
baik biasanya mereka menjual secara eceran. Retailer mempunyai peranan penting
baik dalam pendistribusiannya maupun mempromosikan barang tertentu. Hal apa
saja yang bisa dilakukan oleh retail?
Seperti
slogan diatas “Retail is detail”, karena retail mempunyai pengetahuan danpengalaman
lebih dalam menjual kepada konsumen.Retail Menciptakan Nilai Lebih Barangdan
JasaBayangkan jika anda ingin membuat secangkir kopi untuk menemani anda setiap
pagi. Tentu anda perlu membeli beberapa bahan seperti kopi, gula dan krimer.
Coba anda bayangkan jika anda harus pergi kesetiap toko(produsen) untuk membeli
ketiganya itu. Ditambah bayangkan berapa banyak toko yang akan dibangun untuk
membangun satu jenis produk saja. Retail menyediakan 20.000 samapai 30.000
jenis barang dari 500 produsen dari berbagai jenis, ukuran, merk dan harga
dalam satu toko.Retail Menjual Secara Eceran
Biasanya produsen/distributor mengirim barang dalam jumlah
besar untuk menekan biaya transportasi. Hal ini tentu akan menyulitkan
konsumen, karena mereka hanya membutuhkan sedikit untuk kebutuhan sehari-hari.
Retail membantu mereka untuk membeli dari produsen/distributor dan menjual
kembali dalam jumlah yang lebih kecil. Mereka juga menyimpan barang tersebut
sehingga jika konsumen kala membutuhkan tinggal membelinya melalui retail. Menyediakan
Pelayanan (Customer Service)
Retail mempekerjakan orang agar dapat memberikan informasi
seputar produk tertentu. Para pegawai yang dipekerjakan dapat melayani konsumen
untuk membantu memilih dan menemukan produk yang diinginkan. Retailer elektronik
atau baju biasanya memerlukan pegawai yang relatif cukup banyak. Selain itu
retail juga memberikan layanan – layanan berupa kredit untuk barang tertentu,
layanan pesan antar, dan jasa lainnya sesuai dengan jenis produk yang
ditawarkan.
Memberikan Nilai Lebih
Retailer dapat memberikan nilai lebih kepada produk yang
ditawarkan, contoh untuk produk-produk DIY(Do It Yourself) seperti memasak atau
memasang pintu kamar mandi biasanya retailer menunjukkan tehnik – tehnik untuk
produk – produk tertentu. Retailer juga dapat menjadi media promosi seperti
adanya iklan-iklan di berbagai tempat di daerah toko. Untuk retailer seperti
Carefour dan Giant yang merupakan retailer besar juga dapat mengangkat brand
produk dan pendistribusian yang merata untuk produk tententu.
Sekilas retail sangatlah sederhana dalam penampilannya tapi
sebenarnya peran retail sangatlah besar karena membutuhkan proses yang detail
agar semuanya berjalan sesuai sistem.
Bisnis ritel
merupakan aktivitas bisnis yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara
langsung kepada konsumen akhir. Pada perkembangannya, kini bisnis ritel di
Indonesia mulai bertransformasi dari bisnis ritel tradisional menuju bisnis
ritel modern. Perkembangan bisnis ritel modern di Indonesia sudah semakin menjamur
di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya
toko retailer modern yang membuka cabang di berbagai wilayah di
Indonesia.contoh perusahaan retail yaitu
Perusahaan ritel dapat dikategorikan berdasarkan ciri – ciri
tertentu, antara lain :
- Discount stores, adalah toko pengecer yang menjual berbagai
macam barang dengan harga yang murah dan memberikan pelayanan yang minimum.
- Speciality stores, merupakan toko eceran yang menjual barang
– barang jenis lini produk tertentu saja yang bersifat spesifik.
- Departemen stores, adalah suatu toko eceran berskala besar
yang pengelolaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian departemen – departemen
yang menjual macam barang yang berbeda – beda.
- Convenience stores, adalah toko pengecer yang menjual jenis
item produk yang terbatas, bertempat ditempat yang nyaman dan jam buka yang
panjang.
- Catalog stores, merupakan suatu jenis toko yang banyak
memberikan informasi produk melalui media katalog yang dibagikan kepada para
konsumen potensial.
- Chain stores, adalah toko pengecer yang memiliki lebih dari
satu gerai dan dimiliki oleh perusahaan yang sama.
- Supermarket, adalah toko eceran yang menjual berbagai macam
produk makanan dan juga sejumlah kecil produk non-makanan dengan sistem
konsumen melayani dirinya sendiri (swalayan).
- Hypermarkets, adalah toko eceran yang menjual jenis barang
dalam jumlah yang sangat besar atau lebih dari 50.000 item dan mencakup banyak
jenis produk. Hypermarket merupakan gabungan antara retailer toko diskon dengan
hypermarket.
- Minimarket, merupakan adalah semacam toko kelontong yang
menjual segala macam barang dan makanan, namun tidak sebesar dan selengkap
supermarket. Minimarket menerapkan sistem swalayan.
0 komentar: